Location

Bumi Khayangan Dieng ( Dieng Plateau): Ada Di Jawa Tengah

Published Date: May 15th, 2007 by: savedieng

Dataran tinggi Dieng adalah kawasan yang terletak di tengah-tengah Pulau Jawa (seumpama ditarik garis diagonal pada peta Pulau Jawa). Lebih lanjut pada tulisan ini Dataran Tinggi Dieng akan disebut dengan Dieng saja. Dieng adalah sebuah tempat yang menakjubkan dan kaya akan beragam keunikan budaya. Berikut inilah kisahnya.

Dieng berada dalam 5 wilayah kabupaten yaitu: Batang, Kendal, Temanggung, Wonosobo dan Bajarnegara.

peta_1
courtesy: Arga Visi Media

Sedang letak astronomis ada pada sekitar 7,20º Lintang Selatan dan 109,92 º Bujur Timur dan pada ketinggian ketinggian ± 2.095m dpa. Mungkin kalau pada Google Earth bisa dimasukkan Latitude: -7,20 dan Longitude: +109,92.

peta_1

Nama Dieng (konon) berasal dari bahasa Indonesia Purba (sebelum bahasa Kawi) atau mungkin bahasa Sunda Kuna dan bukan bahasa Sansekerta, “Di” dan “Hyang” yang berarti Kediaman Para Dewa ( The Gods Abode). Dari kawasan Dieng ini, sumber mata air Sungai Serayu berada. Sungai Serayu adalah sungai yang mengalir di daerah Jawa Tengah bagian Selatan dan bermuara di Cilacap. Sumber mata air ini disebut dengan Tuk Bimo Lukar (Mata-air Bimo Lukar). Tuk Bimo Lukar selain sebagai mata air Sungai Serayu konon juga dipercayai dapat membuat awet muda.

Candi-candi di Dieng dipercaya sebagai tanda awal peradaban Hindu di Pulau Jawa pada masa Sanjaya pada abad ke-8. Hal ini ditunjukkan dengan adanya gugusan candi di Dieng yang konon untuk memuja Dewa Syiwa.Candi-candi tersebut antara lain: Candi Arjuna, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, Candi Sembadra, Candi Gatot Kaca. Sedangkan untuk penamaan candi-candi itu sendiri dipercaya baru dimulai pada abad ke-19. Hal ini ditunjukkan dengan adanya relief-relief yang ada pada candi tersebut. Misalnya pada Candi Srikandi, relief yang terlukis justru merupakan penggambaran dari wujud Dewa Syiwa.Candi-candi tersebut dibangun dengan menggunakan konstruksi batu Andesit yang berasal dari Gunung Pakuwaja yang berada di Selatan komplek Candi Dieng.

Dieng terbentuk dari gunung api tua yang mengalami penurunan drastis (dislokasi), oleh patahan arah barat laut dan tenggara. Gunung api tua itu adalah Gunung Prau. Pada bagian yang ambles itu muncul gunung-gunung kecil yaitu: Gunung Alang, Gunung Nagasari, Gunung Panglimunan, Gunung Pangonan, Gunung Gajahmungkur dan Gunung Pakuwaja.

Beberapa gunung api masih aktif dengan karakteristik yang khas. Magma yang timbul tidak terlalu kuat tidak seperti pada Gunung Merapi. Sedangkan letupan-letupan yang terjadi adalah karena tekanan air bawah tanah oleh magma yang menyebabkan munculnya beberapa gelembung-gelembung lumpur panas. Fenomena ini antara lain dapat dilihat pada Kawah Sikidang atau Kawah Candradimuka .

Untuk antisipasi terjadinya bahaya vulkanik Direktorat Vulkanologi dan MITIGASI Bencana Geologi secara terus menerus memantau aktifitas vulkanik di Pegunungan Dieng.Dieng memang tempat yang elok dan damai serta menyimpan sejuta tantangan gairah para ilmuwan untuk melakukan penelitian. So, what are you waiting for ? *

17 Comments


Gravatar

May 23rd, 2007

#1. sijappasajalach


Saya benar2 antusias ingi mengetahui seperti apa gerangan Program pemulihan Dieng ini akan diusung? Sekedar project oriented (menghabiskan anggaran), sekedar menggugurkan kewajiban Pemerintah untuk mengatasi persoalan lingkungan, atau benar2 ingin mengoreksi kegagalan progam2 sejenis yang telah banyak dilakukan? Kenapa tidak ada publikasi? Masyarakat juga butuh informasi tentang ‘apa’, ‘bagaimana’ dan ‘mau ke mana’ prorgam pemulihan dieng ini dijalankan.

Trims.

Gravatar

May 23rd, 2007

#2. savedieng


OK, terima kasih atas responya mas sijappasajalach.
1.

Sekedar project oriented (menghabiskan anggaran), sekedar menggugurkan kewajiban Pemerintah untuk mengatasi persoalan lingkungan

Kami rasa, program ini bukanlah sekedar program seperti itu. Masalah kerusakan lingkungan adalah masalah bersama (kolektif). Demikianlah arah kita, menyatukan semua potensi dan persepsi

2.

mengoreksi kegagalan progam2 sejenis

tentang koreksi-mengkoreksi bukanlah demikian misi kami, tetapi lebih condong kepada arah analisa kenapa program-program yang terdahulu sampai gagal, dan itulah yang mungkin bisa menjadi salah satu pijakan kami dalam melangkah ke depan.

3.

Kenapa tidak ada publikasi?

Seperti layaknya “bayi yang baru lahir”, taraf yang sedang kami bentuk adalah persamaan visi dan misi dari semua pihak. Dan mungkin situs ini ada lah “gigi susu”-nya.

Tunggu posting berikutnya!

Gravatar

May 24th, 2007

#3. sabuk-alu@34


……. <i>onsite meeting</i> yuk.. :" ^:)^

Gravatar

May 28th, 2007

#4. alay asmarasufi


Dieng, Negeri Paradewa. Andai manusia, dalam kondisi hari ini dia akan berteriak sekeras badai. Cabikan pestisida dan bahan kimia lain sedemikian mengiris perih.Tumbangnya tumbuhan berjenis keras seperti, pohon-pohonan semakin mencipta sempurna atas penderitaan yang menimpanya.

Bagai epoche, ketika para resi dan petapa menyiapkan Dieng sebagai tempat kontemplasi. Mengeja hidup, merenugi seribu titah dewa-dewa. Tak heran bila Kawan Otto Sukatno ketika waktu itu melakukan penelitian ke Dieng begitu terpesona. Kawan Otto yang sangat bersahabat dengan kajian “Mitologis” tak berlebihan ketika Dieng Ia sebut sebagai Peta surga yang Hilang. Dieng begitu Edi (agung) dengan telaga warnanya, dan kekayaan bumi lainya.

Gerakan penyelamatan Dieng tak akan pernah berhasil bila hanya dilakukan secara sepihak. Berbagai komponen harus berkontribusi disana. Barangkali comunity developmen ( pembangunan komunitas ) mesti dilakukan. Termasuk sektor pendidikan, pemberdayaan ekonomi,kesadaran sosial, dan life skill. Tanpa memperkaya itu dalam hitungan tahun, Dieng mungkin sudah Hilang?.

Gravatar

September 28th, 2007

#5. Aris Irawan


Senang rasanya ada orang yang peduli pada Dieng dan mata air Sungai Serayu. Sudah lama daerah ini tidak mendapat perhatian lebih karena selisih pendapat antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara mengenai retribusi dan sumbangan pembangunan. Semenjak itulah masyarakat beralih untuk menksplorasi alam dengan arah keliru (pengrusakan) baik secara sadar atau tidak.

Perlu sumbangsih dan kesadaran semua pihak dari akar rumput, hingga pengambil kebijakan untuk menangani semua ini. Tapi semua tak bisa berjalan karena perbedaan kepentingan dan egoisme masing-masing. Organisasi Savedieng mungkin bisa menjadi tumpuan bagia sekian ratus ribu atau juta manusia di sekitar Dieng dan jalur Sungai Serayu. Menyelamatkan Dieng dan ekosistemnya secara tidak langsung memberi kehidupan kembali pada masyarakat Dieng dan menyelamatkan kehidupan Daerah Aliran Sungai Serayu hingga muaranya.

Sebagai kritik sayang sekali tidak jelas organisasi ini digagas oleh siapa, kapan, dan maunya bagaimana serta tindakan nyatanya. Lebih baik di website juga dicantumkan contact person dan alamat serta no telpon yang bisa dihubungi.

Maju terus!

Gravatar

November 3rd, 2007

#6. Wonosobo


artikel yang bagus, terima kasih atas kepedulianya terhadap dieng, mohon maaf sebelumnya, tulisan anda sudah saya repost di blog saya. gak apa-apa kan? biar temen2 saya pada baca dan bisa peduli spt anda. amin

Gravatar

December 19th, 2007

#7. putra


Dieng tempat paling indah, aku menyebutnya surga,aku selalu merindukan dieng meskipun aku orang jogja namun aku juga merasa memiliki dieng, akupun ingin menjaganya.

Gravatar

January 3rd, 2008

#8. Othie


Saya baru saja mengunjungi Dieng akhir Desember 2007. Indah sekali. Tapi juga sekaligus merasa sedih karena lereng-lereng bukit dan gunung sudah jadi ladang sayur. Habislah kayu-kayu keras yang harusnya berdiri tegak mempertahankan keseimbangan alam. Apa tidak disadari itu akan mengundang bahaya seperti yang terjadi di Tawang Mangu. Tidak terbersit mendoakan itu terjadi, justru sebaliknya berharap pemerintah daerah berinisiatif mencari solusi terbaik sehingga rakyat makmur tanpa merusak alam yang begitu indah.

Gravatar

January 18th, 2008

#9. Tristan Prahastyawan


Oh, warga Dieng. Panen kentang, banyak uang. Parabola, mobil, celana jeans. Modern. Tapi rumah tetap kotor tak terawat. Sekolah anak kurang dipedulikan. Lahan diperkosa habis.

Gravatar

February 4th, 2008

#10. Okta


Dieng merupakan perpaduan antara keindahan alam, kebudayaan dan nuansa pegunungan dengan udara yanag segar….itu dulu, tapi sekarang???…kita tidak usah berkomentar banyak..tapi kita setuju untuk pemulihan…semoga program pemulihannya cepat terealisir…dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan…untuk kesejahteraan masyarakat.

Gravatar

February 13th, 2008

#11. arahman ali


kemarin mampir ke dieng…senang sekali bisa melihat candi2…senang juga berbincang2 dengan masyarakat sekitar…salam kenal dari saya

Gravatar

February 25th, 2008

#12. Densur


Dear All,

Salam Kenal bwt semuanya..

Nama saya Densur, saya mewakili teman-teman TRAVIC (Travel Agent Bikers Comunity).

Mohon maaf sebelumnya saya sudah repost postingan inih di Milist saya (travelagent_bikerscommunity@yahoogroups.com).

Pada pertengahan Tahun 2000, saya pernah mengunjungi Dieng pada saat Study tour.

Dan dallam beberapa minggu ini, insyaallah kami dari TRAVIC akan mengadakan Touring ke Dieng (6-9MAR 08) dalam rangka kunjungan yang merupakan agenda kegiatan kami dan sekaligus mempromosikan Dieng melalui Blogspot dan Milist kami.

Semoga kegiatan dan komunitas kami dapat membantu sedikit untuk menyelamatkan dan mempertahankan keindahan alam Dieng.

Salam.

Gravatar

March 7th, 2008

#13. mr.qodar


sebagi steakholder pariwisata kami terima kasih masih ada orang yang memberikan info tentang objek wisata yang orang awam belum mengetahui secar detail.

Gravatar

March 22nd, 2008

#14. Arwan Zamroni


Dieng oh Dieng…… I love this place…..20 thn yang lalu Pesona Dieng begitu dalam dihatiku… Candi..kawah…. dan danau yang indah masih membekas di hatiku kurindu Diengku yang dulu…Apakah kini tlah berubah? sebagai orang Wonosobo di rantau sangat sedih mendengar Dieng-ku telah berubah.. So Let save Dieng together….

Gravatar

April 1st, 2008

#15. weemamberamo


Dieng adalah Rahasia Hidup yang harus dipahami setiap manusia, disinilah Hakekat Manusia berada

Gravatar

May 25th, 2008

#16. susatyo


Aku ingin Dieng & sekitarnya seperti dulu . . . . tapi bagaimana carannnyo? Ada nyang punya ide bagus?

Gravatar

June 16th, 2008

#17. iwan


untuk menyelamatkan dieng bukan tugas yang ringan mengingat banyak kepentingan yang ada disana. disatu sisi masyarakat dieng yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani disisi lain wilayah dieng merupakan daerah konservasi dalam artian merupakan daerah resapan bagi daerah yang ada dibawahnya. disinilah kita harus berpikir bijak demi keberlanjutan pembangunan.

Leave a Reply