Profil

Selain letaknya yang romantis, dataran tinggi Dieng juga merupakan daerah penuh dengan kemistisan. Berbagai mitos berkeliaran di kawasan itu. Salah satunya yang terkenal adalah mitos rambut gembel. Menariknya, syarat seorang harus potong rambutnya yang gembel, ditentukan oleh bagaimana permintaan si anak rambut gembel tersebut. Msyarakat Dieng mengandalkan kebutuhan ekonominya pada bidang pertanian.

Lebih dari 4000 hektar kawasan Dieng telah dikonversi menjadi areal budidaya kentang. Alhasil, lebih banyak lagi hutan yang harus dikorbankan. Daerah serapan air makin berkurang dan resiko longsor atau pun banjir bertambah. Disadari atau tidak, jika hal ini terus dilakukan, dua puluh lima tahun lagi anak cucu kitalah yang akan menuai akibatnya. Berbagai upaya baik dari pemerintah baik pusat atau daerahdemi tercapainya perbaikan lingkungan.

Dari penanaman hutan kembali atau pun usaha-usaha pengalihan sistem usaha yang telah ada. Atas dasar kekhawatiran akan bencana yang bakal kita wariskan kepada anak cucu, maka beberapa orang yang berdasarkan pada tekat kuat dan modal nekat, mendirikan suatu Tim Kerja yang kemudian dikenal dengan TKPD - Tim Kerja Pemulihan Dieng (savedieng)

Kontak: ppd_wsb@savedieng.org

Apa kata mereka

Jujur, sungguh saya merasa perihatin dengan keadaan Dataran Tinggi Dieng saat ini. Berbeda dengan keadaan dulu sewaktu saya berkunjung ke Dieng pada tahun 1984. Dieng pada saat itu masih sangat indah, kini hanya kegersangan yang kita saksikan disana. Hutan berubah menjadi ladang kentang, tanah menjadi tandus.

- Adyana Putra Dewi

Berita & Event